Testimoni Kontak Kami

PLB

(Pusat Logistik Berikat)

Pengertian PLB (Pusat Logistik Berikat)

Pengertian PLB (Pusat Logistik Berikat)

PUSAT LOGISTIK BERIKAT

Pusat Logistik Berikat (PLB) adalah salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh DJBC berdasarkan dalam Kebijakan Ekonomi Volume II yang diterbitkan oleh Presiden Indonesia.

Pusat Logistik Berikat adalah Gudang multifungsi yang bea masuk dan pajak impornya ditunda dan diberikan fasilitas penyimpanan bahan baku hingga 3 tahun lamanya hingga ada pembeli. PLB juga dilengkapi oleh Quality Control sehingga industri kecil dan UKM bisa melakukan Impor Ekspor secara optimal dan produknya lebih kompetitif

PLB diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dan transportasi, serta mendukung pertumbuhan industri – industri domestik, termasuk kelas kecil dan menengah, meningkatkan investasi asing dan lokal serta dapat membantu membina Indonesia sebagai pusat logistik di kawasan Asia Pasifik.

PLB merupakan gudang logistik multi fungsi yang digunakan oleh importir dan eksportir untuk menyimpan barang – barang yang berasal dari luar wilayah pabean Indonesia dan/atau dari tempat lain di wilayan pabean Indonesia dengan fasilitas seperti:

- Fleksibilitas Pemasukan dan Pengeluaran Barang
- Fleksibilitas Kegiatan Sederhana yang dilakukan di PLB

- Fleksibilitas Status Kepemilikan
- Fleksibilitas Perpajakan dan Kepabeanan
- Fleksibiltas Jangka Waktu Penyimpanan
- Fasilitas Fiskal
- Penyimpanan yang Dikelola Sendiri
- Clearance dengan Barang Impor Sementara dan kombinasi dengan fasilitas kepabeanan lain seperti MITA, KITE dll

SERVICES :

- Manajemen Gudang dan Persediaan
- Menangani Perizinan Impor dan Ekspor Kepabeanan
- Mengatur proses pengiriman impor dan ekspor domestic
- GPS and E seal
- Pilihan Layanan Nilai Tambah
- Dokumentasi
- Fasilitas Lacak dan Pantau Kiriman (real-time)
- Fasilitas pengawasan persediaan (real-time)
- Perlindungan Asuransi Barang
- Sistem Keamanan dan Monitoring

BENEFIT :

- Penangguhan Pajak impor dan pembayaran bea masuk (sampai kargo dirilis oleh PLB)
- Mengurangi biaya penyimpanan/biaya over-time berlabuh dan biaya penanganan di pelabuhan Indonesia.
- Meningkatkan cash flow dan perputaran bahan baku pabrik
- Mempersingkat waktu pengiriman logistik
- Masa penyimpanan sampai dengan 3 tahun (dapat diperpanjang)
- Kegiatan sederhana seperti Pemeliharaan, Cutting, Canting dan Decanting, Inspeksi Surveyor (LARTAS) dan kegiatan lainnya dapat dilakukan di PLB
- Kemudahan mengatur jumlah dan schedule re-ekspor kargo
- Barang dapat disimpan di PLB sambil menunggu master-list atau proses dokumen lainnya
- Partial Delivery depend on kebutuhan dan jadwal produksi