Testimoni Kontak Kami
Home Articles Blog Ekspor Edamame dan Porang Tinggi Peminat Selama Pandemi Covid-19

Ekspor Edamame dan Porang Tinggi Peminat Selama Pandemi Covid-19

Ekspor Edamame dan Porang Tinggi Peminat Selama Pandemi Covid-19

Sejak merebaknya pandemi Covid-19 tahun lalu, banyak sektor bisnis yang mengalami kerugian, termasuk pertanian. Harga jual dari berbagai hasil tanaman banyak yang mengalami penurunan. Mulai dari padi hingga sayuran. Namun, ekspor edamame dan porang justru mengalami peningkatan pesat.
Kedua hasil tanaman tersebut telah sukses diekspor ke berbagai negara. Mulai dari Cina, Jepang, Vietnam, Taiwan, hingga Korea Selatan dan Australia. Selain untuk bahan industri, kacang edamame dan umbi porang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Khasiat dan Manfaat Edamame

Edamame adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang masih ada dalam polong. Awalnya, bahan makanan ini berasal dari Jepang, namun akhirnya menyebar ke berbagai negara. Rasanya terkenal enak dan kaya akan kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, di antaranya:

Mengurangi Kolesterol Jahat

Sebuah riset mengemukakan bahwa memakan kedelai sebanyak 50 gram setiap hari mampu menurunkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Dengan rutin mengkonsumsi kedelai edamame, Anda pun turut menurunkan ancaman penyakit jantung.

Menurunkan Risiko Penyakit Berbahaya

Edamame kaya akan isoflavon yang mampu berperan sebagai zat antioksidan untuk menangkal berbagai risiko penyakit berbahaya, mulai dari hipertensi, osteoporosis, hingga diabetes. Pasalnya, kedelai edamame berpengaruh baik untuk menjadikan gula darah tetap stabil.

Memelihara Kesehatan Pencernaan

Edamame termasuk kedelai yang tinggi protein dan serat, sehingga efektif sebagai probiotik baik untuk tubuh. Zat tersebut dapat membantu tumbuhnya bakteri baik yang pada sistem pencernaan manusia, sehingga saluran tersebut lebih terjaga kesehatannya.

Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet, edamame adalah pilihan makanan yang tepat untuk menjaga berat badan tetap ideal. Kacang tersebut kaya akan serat yang mudah dicerna, sehingga menjadikan Anda merasa kenyang lebih lama. 

Khasiat dan Manfaat Porang

Porang adalah jenis umbi-umbian yang biasa disebut iles-iles. Porang banyak dimanfaatkan untuk bahan kosmetik, lem perekat, hingga mie ramen. Selain memenuhi kebutuhan industri, porang juga dapat dikonsumsi langsung dan memberikan banyak manfaat kesehatan seperti berikut ini:

Menurunkan Kolesterol

Porang mengandung zat glukomanan yang mampu menekan kolesterol jahat dalam darah, sehingga efektif untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini telah dibuktikan terhadap penderita diabetes, dimana kolesterolnya turun usai mengkonsumsi suplemen dengan zat glukomanan.

Mengurangi Risiko Diabetes

Selain mengurangi kadar kolesterol, zat glukomanan pada umbi porang juga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi di dalam usus kecil. Proses tersebut mempengaruhi kenaikan sensitivitas insulin dan menjadikan kadar gula darah dalam tubuh lebih terjaga.

Mengurangi Berat Badan

Dengan adanya kandungan glukomanan pada porang, Anda juga dapat menurunkan berat badan secara lebih optimal. Menariknya, berat badan bisa turun tanpa mengurangi kadar kalsium, zat besi, serta tembaga dan seng dalam tubuh. 

Mencegah Kanker

Sebuah riset terhadap binatang membuktikan bahwa porang mampu mencegah dan menghambat tumbuhnya kanker, terutama kanker paru-paru. Dengan begitu, tingkat keganasan penyakit tumor dan kanker bisa berkurang secara perlahan.

Tingginya Ekspor Edamame dan Porang

Dari berbagai manfaat di atas, akhirnya jumlah permintaan edamame dan porang pun meningkat selama masa pandemi covid-19. Pandemi telah mendorong banyak orang melakukan gaya hidup sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan alami seperti edamame dan porang.
Jumlah permintaan terhadap edamame dan porang tidak hanya berasal dari dalam negeri, tapi juga luar negeri, sehingga jumlah ekspor edamame dan porang meningkat secara signifikan. Berikut fakta-fakta tentang meningkatnya ekspor kedelai edamame dan porang selama pandemi covid-19:

Total Ekspor Edamame Mencapai 6790 Ton

Menurut data yang diolah Badan Karantina Pertanian, total ekspor kedelai edamame pada tahun 2019 mencapai angka 6.790,7 ton. Jumlah tersebut merupakan total ekspor secara nasional sebagaimana diungkapkan Kementan dalam unggahan Instagram pada Januari 2020 lalu.
Menurut data ekspor tersebut, dapat diketahui adanya kenaikan ekspor hingga 715,7 ton dari tahun sebelumnya. Yang mana, total ekspor edamame pada tahun 2018 tercatat 6.690,7 ton. Menariknya, dari 66,6% total ekspor tersebut berasal dari daerah Jember, Jawa Timur

Total Ekspor Tepung Porang Mencapai 11,31 Miliar Rupiah

Dulunya umbi porang seringkali diabaikan dan bahkan sering dianggap sebagai tanaman liar. Kenyataannya, jenis umbi yang satu ini bisa menjadi bahan baku penting untuk industri kosmetik dan lem perekat. Tak heran, ketika diekspor ke negara lain pun nilainya cukup fantastis.
Untuk harga lokal, umbi porang hanya berkisar Rp4.000/kg. Sedangkan jika untuk pasar ekspor, harga jualnya bisa mencapai Rp14.000/kg. Harga tersebut berlaku untuk berbagai negara tujuan ekspor seperti Cina, Jepang, hingga Vietnam dan Australia.

Menurut data Badan Karantina Pertanian, ekspor tepung porang tahun 2018 mencapai 254 ton dan menghasilkan nilai jual hingga Rp11,31 miliar. Tak heran, saat ini Kementan fokus mengembangkan porang secara lebih maksimal, karena potensi ekspornya yang luar biasa.
Sentra budidaya porang itu sendiri tersebar di berbagai daerah di Indonesia, namun kebanyakan masih berpusat di pulau Jawa. Mulai dari Bandung, Jawa Barat, Wonogiri, Jawa Tengah, serta Madiun dan Pasuruan, Jawa Timur.

Memanen Dolar dari Porang

Usaha Kementan dalam membantu pengembangan budidaya porang mendapat apresiasi positif dari banyak pihak. Salah satunya dari Syaharuddin Alrif yang merupakan petani umbi porang yang menjabat sebagai pembina Kelompok Tani Semangat Milenial.

Menurut Syaharuddin, budidaya porang layaknya budidaya yang dapat memanen dollar karena keuntungannya sangat besar. Ia mengatakan lahan porang yang dikelola kelompoknya mencapai sekitar 50 hektar dan mampu memanen umbi porang hingga 150 ton dalam kurun waktu 8 bulan.

Hasil panen tersebut dijual seharga Rp8.000/kg, sehingga totalnya bisa mencapai Rp1,2 miliar. Sedangkan total biaya biaya perawatannya sekitar Rp 70 juta saja per hektar. Tentu peluangnya sangat menjanjikan jika ditekuni secara serius dalam jangka waktu panjang.

Terkendala Standarisasi Harga dan Minimnya Pabrik

Tingginya peluang budidaya porang masih terkendala beberapa hal. Salah satunya yaitu belum adanya standarisasi harga secara nasional, sehingga menciptakan masalah tersendiri bagi petani. 

Selain itu, petani juga terkendala serapa pasar yang belum terlalu massif dan minimnya pabrik pengolah porang di beberapa daerah di Indonesia. Saat ini jumlah pabrik yang aktif mengolah porang hanya ada 18-19 pabrik. Lokasinya pun terpisah-pisah, sehingga menghambat mobilitas petani.
Demikian pembahasan tentang meningkatnya ekspor edamame dan porang selama pandemi. Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, edamame dan porang juga dapat dikonsumsi pribadi untuk menjaga kesehatan. Tak heran, jika jumlah permintaannya pun semakin tinggi di masa pandemi ini.
 

Back To Articles